Selasa, 20 Oktober 2015

Tanpa Judul

     Jujur saja aku bingung ketika menulis ini. Semua perasaanku berkecamuk menjadi satu, sedih, seneng, bingung, dan entah apalah sampai tak bisa diungkapkan dengan kata-kata saking nano-nanonya haha. 1 bulan sudah kita tidak berjumpa, tak ada komunikasi dan tak tau apa saja yang sudah terjadi. Aku pun tak tau harus berbuat apa? Aku bingung... Aku mencoba untuk memecah suasana ini dengan menghubungimu terlebih dulu. 

"Hallo mas, gimana kabarnya? sehatkan?" tanpa babibu langsung aku kirim.

     Namun di luar dugaanku usahaku itu kamu mentahkan. Hanya sekeder membaca WA ku saja tidak, padahal kamu selalu membuka WA untuk membalas pesan dari teman atau klien mu. Saat itu aku masih bisa sabar, aku selalu berpikir mungkin kamu memang sedang sibuk sekali dan tidak sempat membalas WA ku (ngeyem-yem awake dewe). Kemudian esok harinya aku kembali WA lagi siapa tau kali ini dibalas pikirku begitu haha.

"Wooo, WA ku ra dibales lho" kembali aku send dengan perasaan dag-dig-dug.

     Jeng-jeng coba tebak apa yang terjadi pemirsaaaah :D sama aja dibuka aja nggak. Ya allah, rasanya nyesek banget haha, sedih pemirsaaaah. Langsung badmood banget, terus banyak pikiran yang berkeliaran muterin kepala bikin kepalaku sakit. Semenjak hari itu yang bikin aku jadi kepikiran adalah apa salahku? kenapa kamu nggak bales WA ku, dibaca aja nggak. Ada apa sebenarnya?

     Hari demi hari aku lalui dengan penuh perjuangan sampai aku kembali belajar untuk meditasi supaya aku tenang dan lebih kuat lagi untuk menghadapi kenyataan ini, dan sampai akhirnya aku posting tulisan ini. Pasca kejadian itu hati ini semakin tidak menentu, rasanya nano-nano. Kangen tapi nggak bisa apa-apa cuma bisa berdoa sampai nangis berharap kamu bisa merasakan rasa kangenku, sedih nggak tau gimana kabarmu yang aku bisa lakuin cuma kepo di sosmed kamu dan yang ada malah bikin tambah nyesek karena tau postingan dari wanita itu ya allah nggerus kalau kata anak jaman sekarang. Tak henti-hentinya mulut ini bergumam untuk mendoakanmu karena cuma itu yang bisa aku lakukan. Berdoa supaya kamu selalu sehat dan bahagia aamiin ya allah. 

     Aku tak pernah menyerah haha. Kembali aku luncurkan WA untukmu, namun isinya sekarang berbeda.

"Mas marah sama aku? Sampai WA ku nggak dibales? dibaca aja nggak?" 

     Tetep nggak dibales dibaca aja nggak, ya allah sumpah sedih banget, nyesek, sakit, ujung-ujungnya terus aku mewek. Aku terlalu sensitif untuk hal-hal seperti ini, maaf kan aku... 
Pukul 02.34 tanggal 20/10/2015 aku terbangun dan mengecek hapeku melihat apakah ada balasan dari kamu atau tidak. Ternyata tidak ada..... Oke baiklah aku mencoba untuk memahami apa yang sedang terjadi. Tanpa babibu saat itu juga aku mengirim WA untukmu yang berisi tentang kenapa melakukan hal ini kepadaku? dan aku meminta maaf karena selama 6tahun ini aku banyak salah sama kamu. Intinya kurang lebih seperti itu. Ada banyak harapan di WA ku itu, aku berharap kamu mau membalasnya, aku berharap kamu memberi penjelasan untuk aku, aku berharap dan berharap.......

     Entah mungkin memang ini jalan yang diberikan allah untuk kita, lagi dan lagi kamu tak membalas WA ku. Aku nggak tau harus gimana? Apa salahku sampai kamu memberi jarak seperti ini? Kenapa kamu tidak memberi penjelasan kepadaku? Kenapa kamu membuatku untuk berada diposisi ini? Kenapa dan kenapa? Atau memang ini cara kamu supaya aku membencimu? 
Salah besar ketika kamu berpikir cara ini akan membuatku untuk membencimu, karena aku belajar untuk tidak membenci itu dari kamu. 

     Dan sekarang aku akan belajar untuk lebih ikhlas lagi walaupun berat, belajar untuk menerima ini, belajar untuk tetap kuat, dan belajar untuk banyak hal sesuatu yang positif untuk semua terutama untuk aku sendiri. Kamu harus tau sampai sekarang pun perasaan itu belum berubah untuk kamu, dan entah sampai kapan akan bertahan perasaan ini untuk kamu mas keju. 

Mas keju mas keju baik-baik di sana yaaaa :)

"I'm stuck in the dark but you;re my flashlight"




Minggu, 11 Oktober 2015

Bahagiaku Sederhana







Bahagiaku sederhana...


Sesederhana ketika kita duduk dan sharing tentang banyak hal berjam-jam dan kamu membuatku selalu betah bahkan nyaman. Kapan bisa seperti ini lagi? Aku rindu, aku rindu ingin bertemu :")

Tepat di 2 minggu kita tidak bertemu, jujur saja rindu ini semakin menggebu-gebu. Aku tidak tau harus berbuat apa? Yang bisa aku lakukan hanya terus berdoa untukmu. Subhanallah, allah maha baik. Malam harinya aku dipertemukan denganmu di alam mimpi. Seneng banget rasanya walaupun dimimpi ada wanita itu, tapi apapunlah aku senang dan tetap bersyukur kamu bisa hadir dalam mimpiku.

Terimakasih mas keju karena selalu memberi makna untukku :) I miss you so much :')

Terimakasih

Setiap orang yang kamu temui dalam hidup ini memiliki makna mereka mengujimu, mengajarimu dan membuatmu menyadari kemampuan yang ada dalam dirimu.
Sama seperti kamu yang memiliki makna, kamu juga mengujiku, mengajariku dan kamu juga yang membuatku menyadari kemampuan yang ada dalam diriku.
Terimakasih karena selalu memberi makna dan memberikan energi positif untukku :)



Minggu, 04 Oktober 2015

(Masih) Tulisan Spesial Buat Kamu

Ketika beberapa teman baikku tau tentang perasaanku ini, ada yang pro dan kontra. Bahkan sabahatku (sebut saja M) yang notabennya dia kenal kamu pun seperti disamber petir di siang bolong karena tau aku "nyaman" denganmu karena memang benar kita sudah tau masa lalumu seperti apa itu lah yang membuat sahabatku (M) "Are you seriously?" dan aku menjawab "yes, i'am seriously!". Semua keputusan ada ditanganmu dan aku hanya berdoa yang terbaik buatmu kata dia. Ada sahabatku yang lain (sebut saja D) juga berkata "ya sudah jika memang kamu sudah siap dengan konsekuensinya jalani saja, dan kamu juga harus lebih kuat. Aku berdoa yang terbik untuk kalian". Mereka saja "meragukan" padahal di sini aku sudah benar-benar jatuh ke dalam. Sebenarnya mereka "meragukan" ku bukan karena aku serius atau tidak namun lebih ke apakah aku siap ketika masa lalunya itu terulang lagi? apakah aku bisa bahkan mampu untuk memperbaiki dia tidak hanya dia tapi aku dan dia agar lebih baik lagi dalam segala hal? apakah aku mampu bertahan? Aku terima semua nasihat dari mereka, aku kembali membuka pandangan yang seluas-luasnya aku ambil sisi positifnya.


Terdengar "keri" (geli) saat ada teman yang mengajak ku bercanda seperti ini "cieee sekarang sama yang bermobil cieee" Saat mendengar itu rasanya ingin sekali aku pukul mulut dia! Namun aku sadar dia teman baikku dia hanya sedang menggodak, sejenak aku terdiam dan berkata "you know me so well" lalu aku tersenyum. Kemudian temanku berkata "Iya kok aku tau, kamu bukan orang matre. Ketika kamu memang matre kamu sudah bisa mendapatkan yang lebih dari dia dari dulu ra perlu jomblo 3 tahun hahaha". Ada quote sperti ini "Rasa nyaman jauh lebih berbahaya dari jatuh cinta" yaaaak sekarang ak sedang mengalami itu. 3 tahun aku jomblo bukan berarti aku bener-bener free, di sini aku banyak didekati, php dan pernah hampir jadi namun gagal. Saat itu aku hanya merasa suka atau sayang atau kagum, aku tidak menemukan "nyaman" dengan calon pasanganku saat itu yang datang silih berganti. Sampai akhirnya 3 bulan lalu dengan mu aku merasakan "nyaman" itu, saking nyamannya aku sampai baper dan ingin memilikimu. Maafkan aku karena perasaan ini, maafkan aku.


Darimu aku belajar banyak hal, tentang arti usaha, berjuang, hidup, menghargai dan masih banyak hal positif yang secara tidak langsung kamu berikan untukku. Kamu yang membuka mataku untuk "hei, jangan kamu judge seseorang hanya dari covernya saja". Tidak selalu seseorang yang dari luar tampak buruk dalamnya juga buruk, di dalam diri seseorang itu pasti dia punya banyak kebaikan yang belum kita ketahui, begitupun sebaliknya.


Ketika rindu mulai membelenggu dan kita tak kunjung bertemu aku hanya bisa mendoakanmu. Aku sadar diri bahwa aku ini siapa dan kamu siapa, dari segi sosial pun kamu termasuk golongan menengah ke atas dan aku menengah ke bawah. Itu adalah hal terkuat yang selalu aku sugestikan pada diriku ketika perasaan ini menggebu-gebu supaya aku sadar diri. Minder kalau masalah itu rasanya tidak pantas saja.


Tapi yang bisa aku lakukan sekarang hanyalah berdoa untuk kebahagiannmu dengan pasanganmu yang sekarang dan semoga allah memberimu sukses dunia dan akhirat. Aku minta maaf atas semua kesalahan yang pernah aku lakukan selama 6 tahun kita berteman entah yang aku sengaja atau tidak, entah dari perkataan atau perbuatan, entah secara langsung atau tidak langsung, aku minta maaf. Terimakasih karena sudah banyak mengajarkan aku banyak hal selama kita berteman terimakasih karena sudah membuka mataku untuk selalu berpandangan luas dari berbagai sudut pandang yang ada. Terimakasih aku tak akan pernah melupakanmu.


Maaf kalau kamu kurang berkenan dengan tulisan ini, karena ini media yang mungkin mampu menyampaikan isi hatiku. Tak ada yang aku buat-buat, semua tulisan ini mengalir apa adanya. Goodbye my dear :')

Tulisan Spesial Buat Kamu

"Aku pengen lihat e tulisanmu" itu yang kamu ucapkan saat terakhir kita bertemu. Nih sekarang udah tak tulisin spesial nih buat kamu haha. Tapi aku nggak tau kamu bakalan baca atau nggak? Atau mungkin kamu udah baca dan reaksimu seperti apa aku juga nggak tau. Atau bahkan apa yangakan terjadi selanjutnya setelah kamu baca ini hehe.

"Mendengar cerita sehari-hari, yang wajar tapi tetap mengasyikkan" lagunya Vidi kalimat ini pas banget buat ngegambarin semua setiap kita ngobrol berjam-jam dan entah kenapa aku betah. Sudah 6 tahun kita berteman dan mungkin baru tahun ke 6 ini kita bisa dekat sedekat ini, dan entah darimana datangnya aku bisa merasa "nyaman". Hei, aku bingung padahal sewaktu kita berteman dulu aku sangat ilfeel denganmu karena satu kebiasaanmu dan 3 bulan terakhir ini aku merasa yak aku salah ketika aku menjudge kamu terus seperti itu.
Setelah photoshoot itu aku merasa lebih terbuka lagi dengan banyak hal, dan aku belajar dari kamu. Sesuatu yang aku anggap buruk ternyata ada sisi baiknya di mata orang lain. Sama halnya ketika saat itu aku menilai buruk tentangmu dan ternyata sekarang aku banyak menemukan sesuatu yang baik darimu.


Lagunya Raisa pernah denger kan yang ada kalimat ini "Ku terpikat pada tuturmu aku tersihir jiwamu. Terkagum pada pandangmu caramu melihat dunia. Ku harap kau tau bahwaku terinspirasi hatimu" yang ini pernah denger dong pasti hehe. Seperti itu yang aku rasakan, ah tapi aku terlambat menyadari itu. Maafkan aku dulu menjudge mu seperti itu. 3 bulan ini aku merasa kamu memberikan energi positif untukku. Namun semua itu berubah ketika tepatnya tanggal 17 terjadi sesuatu yang sangat membuatku hancur. Aku tidak tau kapan mulainya tumbuh perasaan itu, kapan mulainya aku merasa sakit ketika kamu tidak segera membalas WA ku padahal kamu sering sekali on WA dan kamu selalu beralasan "aku sibuk" dan aku selalu memaklumi bahkan memahami hal itu.


Saat tanggal 17 September itu aku begitu rapuh, aku nggak tau kenapa aku bisa serapuh itu. Saat itu kamu menccoba menguatkan ku padahal kamu tau saat itu aku benar-benar rapuh dengan kenyataan yang ada. Sampai akhirnya aku meminta untuk kita bertemu supaya segera selesai masalah kita. 22 September kita akhirnya bertemu dan yaaak tak seperti biasanya, hanya saling pandang tanpa bicara. Entah apa yang sebenarnya terjadi di antara kita. Aku sudah mengutarakan semua dan kamu hanya saja terus memandangku dengan pandangan seakan iba melihatku yang begitu rapuh tapi aku mencoba selalu kuat dan tak menangis di depanmu. Ingin sekali sebenarnya ku tumpahkan semua air mata yang ada supaya kamu tau bahwa aku begitu rapuh dengan kejadian itu, aku begitu tersakiti, begitu kecewa sekali. Tapi allah menguatkan aku, allah tak ingin melihatku rapuh di depanmu. Saat itu kamu selalu berusaha untuk membuatku tetap tersenyum dengan guyonanmu, dengan sifat penyayangmu ah selalu saja membuatku baper. Padahal saat itu aku berharap kamu menceritakan yang sebenarnya terjadi namun ternyata tidak, kamu lagi-lagi hanya menatapku dan kita malah membahas judul skripsi untukku. Aku ingat kamu bertanya padaku "Kok bisa? Kan aku bukan tipemu?" dan aku menjawab "aku juga nggak tau". Allah yang maha membolak-balikkan hati manusia, allah pula yang mempunyai semua rasa ini. Semua sudah digariskan oleh allah dan kita hanya tinggal menjalani saja. Pada akhirnya intinya adalah ya sudah mengalir saja dahalu seperti ini kamu dengannya dan aku dengan perasaan ini hahaha.


Setelah pertemuan malam itu kamu cepat sekali membalas WA ku bahkan ketika ada gempa di hai jumat itu kamu menanyakan bagaimana keadaanku, simple biasa mungkin menurut orang tapi buatku itu berkesan. Karena dari sesuatu yang sering kita anggap sepele itulah kita dapat melihat sesuatu yang baik atau berkesan positif bahkan bisa membuat mood kita menjadi naik lagi. Tapi ya setelah itu kamu sperti biasa lagi sampai tulisan ini terbit pun kamu tak lagi menghubungi aku. Ingetkan sewaktu aku memberikan lagu "Kasih maaf bila aku jatuh cinta, maaf bila saja ku suka saat kau ada yang punya. Haruskah ku pendam rasa ini saja, ataukah ku teruskan saja hingga kau meninggalkannya. Dan kita bersama" kamu hanya berkata "bingung mau jawabnya" Aku ra popo mas ra popo buatmu I'll try to fix you.

Selalu ku gunakan topeng ketika beraktivitas seperti apa katamu "fake smile ra popo selagi itu bisa membuat orang di sekelilingmu bahagia". Iya aku pake itu sampai sekarang, bahkan selalu aku sugestikan diri ini untuk selalu positif thinking, bahagia dan kuat. Lagi lagi allah penolongku, 29 September aku berdoa kepada allah minta petunjuk dan luar biasa allah selalu saja cepat megabulkan doaku. Tanggal 30 aku nemuin ig mu, fb mu yang lain, terus wanita itu entahlah mantanmu atau pasanganmu yang sekarang aku juga tidak tau karena kamu masih bungkam denganku. Sejak saat itu aku sudah berusaha pasrah sumuarah marang kersane gusti allah ingkang gadah urip, berusaha tetap ikhlas dan tetap kuat untuk menjalani hidup. Tapi ya ternyata semua butuh proses tidak bisa instan, sampai tulisan ini terbitpun kamu masih "ada" dihati ini, hanya saja aku sudah lebih untuk berusaha ikhlas.

Postingan Lebih Baru Postingan Lama Beranda